Berkomunikasi dengan anak

Tiap anak mempunyai sifat dasar yang mereka miliki sejak lahir. Dan sifat dasar mereka itu berbeda pada tiap anak. Ada yang mudah bergaul, ada yang pemalu, ada ramah,ada yang rajin dst. Akan tetapi janganlah mencap anak dengan sifat dasar mereka.

Jangan beri label pada anak-anak anda.Karena bila anak mendengar hal itu berulang-ulang dia  akan percaya bahwa hal itu benar dan dia akan mulai bertingkah seperti itu.

Orangtua biasanya memberi cap pada anak-anak mereka karena gaya komunikasi orangtua didasarkan pada kepribadian mereka sendiri.  Memberi cap pada anak-anak mereka akan memberikan pembeda sehingga orangtua lebih mudah mengenali siapa mereka dan bagaimana mereka bertindak. hal itu membuat mereka merasa nyaman. sumber.:pondokibu.com

Hilangkan cap yang ada pada diri anak, pandangi kepribadiannya dan bersikaplah konsisten dengan ekspektasi anda sehingga anak mendapat kebebasan menemukan jati dirinya.

Ada beberapa anjuran dan larangan tentang bagaimana berkomunikasi dengan anak yang artinya berbicara dengan anak dengan sopan penuh hormat, tidak ada teriakan, tanpa rasa iba dan tak ada desakan.

1.       Bagaimana berbicara dengan anak anda (teknik dasar)

Bicara dengan anak  dimulai sejak dini yaitu ketika anak masih bayi karena  akan semakin efektif untuk mengubah kenakalan dan mencegah tingkah laku normal menjadi masalah yang tidak bisa dikendalikan. Komunikasi yang dilakukan dengan bicara yang lembut secara berulang-ulang mengajari bayi tentang apa yang pantas dan apa yang tidak pantas untuk dilakukan.

Ada beberapa teknik dasar untuk berbicara pada anak (sesuai umur). Untuk menenangkan anak yang sedang kesal ada beberapa langkah yang bisa dilakukan

Turunkan tubuh anda sejajar dengan anak/ setinggi anak
Tatap matanya. Palingkan kepala dengan lembut sehingga dia menatap langsung mata anda
Usap punggung atau perutnya jika anak sangat marah. Jika dia histeris dan perlu ditenangkan peluk dia.
Ubah nada suara anda dengan tegas tapi lembut.
Beri kata-kata pada anak untuk membantu mengalirnya percakapan. Tanya apa yang membuatnya kesal atau marah.
Ulangi apa yang dikatakan oleh anak. Agar mereka tau bahwa anda benar-benar mendengarkan ceritanya.
Jangan menyela bila anak mengatakan apa yang ada dibenaknya. Dan katakana anda mengerti. Sehingga ketika anda berbicara anak akan mendengarkan anda.
Tetap tenang. Biarpun anda sangat marah, bersikaplah tetap tenang.. sumber : pondokibu.com

0 komentar:

Entri Populer